JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan investasi Amerika Serikat (AS) harus mendukung hilirisasi industri untuk kepentingan nasional. Seluruh modal asing tersebut wajib mengikuti ketentuan hukum nasional dalam pengelolaan berbagai sumber daya alam mineral dalam negeri.
Kerja sama investasi asing tetap berada di dalam koridor hukum Indonesia. Kepala Negara menekankan pengolahan bahan mentah secara domestik menjadi syarat mutlak bagi semua perusahaan besar dari luar negeri.
“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price,” ujar Presiden dalam wawacara yang dikutip Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Sabtu, 21 Maret 2026.
Prabowo menegaskan mineral kritis tersebut harus dikelola sesuai harga pasar internasional demi meraih keuntungan ekonomi maksimal bagi bangsa. Pemerintah Indonesia tetap memberikan akses luas kepada investor sepanjang mematuhi setiap ketentuan dan regulasi ekonomi yang berlaku sekarang.
Pihak asing telah lama diberikan izin pada sektor pertambangan Indonesia melalui kesepakatan resmi selama puluhan tahun yang lalu. PT Freeport Indonesia adalah contoh investasi asing karena telah menyumbang hasil pendapatan paling besar negara.
“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izin kan,” katanya.
Indonesia sekarang melarang ekspor mineral mentah tanpa melalui tahapan pengolahan di berbagai pabrik mesin pemrosesan kawasan industri negara. Pemerintah terus mendorong agar seluruh komoditas alam mineral dikelola perusahaan swasta maupun negeri memberikan manfaat ekonomi.
“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” tegasnya.
Kerja sama internasional harus selalu sejalan dengan cita-cita besar bangsa Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi sektor industri nasional. Kepala Negara menegaskan bahwa pengelolaan mineral harus selalu mengikuti standar mekanisme harga internasional yang bersifat adil bagi semua.
“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” ujarnya.














