Makassar

Wali Kota Makassar Dorong Kader IMM Berdaya Lewat Urban Farming dan Pengelolaan Sampah

73
×

Wali Kota Makassar Dorong Kader IMM Berdaya Lewat Urban Farming dan Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis kebutuhan lokal, seperti urban farming hingga pengelolaan sampah.

Arahan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Pengurus Cabang IMM Kota Makassar di Pusdiklat Unismuh Makassar, Minggu (29/03/2026).

Munafri menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori kepemimpinan di ruang kelas, tetapi juga harus mampu membaca peluang dan mengimplementasikannya secara nyata di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak. Caranya bagaimana? Lihat peluang. Hari ini harga telur di Makassar tinggi sekali, ini peluang besar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan tingginya kebutuhan pangan, khususnya telur dan ayam, sebagai peluang yang dapat dijawab melalui program urban farming berbasis lorong.

Munafri bahkan menantang kader IMM untuk membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan dengan konsep “satu lorong satu kandang” yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.

“Kalau satu lorong saja kita bisa gerakkan, membuat satu kandang ayam, ini bisa jadi percontohan bahwa anak muda mampu memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Menurut wali kota yang akrab disapa Appi ini, Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi infrastruktur maupun pendampingan teknis melalui dinas terkait.

Selain peternakan, ia juga mendorong pengembangan budidaya ikan dengan metode sederhana, seperti penggunaan drum atau wadah terbatas yang mudah diterapkan di kawasan perkotaan.

“Keterbatasan lahan bukan hambatan. Justru di situ lahir inovasi. Pakai drum atau wadah sederhana pun bisa, tinggal bagaimana melihat pasarnya yang terbuka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Munafri menyoroti isu strategis ekoteologi dan pengelolaan sampah sebagai tantangan utama Kota Makassar. Ia mengungkapkan komitmen pemerintah dalam mentransformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.

Selain itu, Pemkot juga tengah mendorong pengembangan proyek waste to energy sebagai solusi jangka panjang terhadap produksi sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

“Kita akan ubah sistem TPA dari open dumping menjadi sanitary landfill, lalu kita dorong ke tahap berikutnya, waste to energy, bagaimana sampah bisa jadi listrik,” jelasnya.

Munafri menekankan bahwa kebersihan kota harus menjadi kesadaran kolektif, karena menjadi fondasi utama pembangunan. Kota yang bersih dinilai mampu membuka peluang investasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia pun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi kader IMM untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan berkelanjutan.

“Pikir dulu kegiatannya, pastikan bisa jalan. Lalu mulai saja dulu, karena yang tersulit adalah memulai,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *