Makassar

Munafri Evaluasi Total Sistem Persampahan Makassar, Dorong Transisi ke Sanitary Landfill dan PSEL

68
×

Munafri Evaluasi Total Sistem Persampahan Makassar, Dorong Transisi ke Sanitary Landfill dan PSEL

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan persampahan secara serius dan berkelanjutan.

Meski berada dalam suasana hari libur, aktivitas pemerintahan tetap berjalan intens. Pada Jumat (3/4/2026), Munafri memimpin langsung rapat strategis bersama jajaran kepala SKPD di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar (Anging Mamiri).

Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi menyeluruh sistem pengelolaan sampah, termasuk percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.

Munafri menegaskan bahwa kerja-kerja strategis pemerintah tidak mengenal waktu, terutama untuk program prioritas seperti pengelolaan sampah.

“Hari libur pun kita tetap bekerja. Tadi kita membahas hal penting, termasuk koordinasi PSEL yang berjalan di Kota Makassar,” tegas Munafri.

Menurutnya, program PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi berkelanjutan dalam menjawab kompleksitas persoalan sampah perkotaan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh tahapan berjalan sesuai target.

Selain PSEL, Pemkot Makassar juga mendorong transformasi sistem pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya TPA Antang, dari metode open dumping menjadi sanitary landfill.

Munafri menjelaskan, perubahan ini penting untuk menekan dampak pencemaran lingkungan terhadap tanah, air, dan udara.

“Transformasi dari open dumping ke sanitary landfill sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan secara menyeluruh,” jelasnya.

Metode sanitary landfill dinilai lebih ramah lingkungan karena menggunakan sistem pelapisan, pengelolaan air lindi, serta penutupan sampah secara berkala, berbeda dengan open dumping yang hanya menumpuk sampah tanpa pengelolaan optimal.

Lebih lanjut, Pemkot Makassar juga telah menyusun road map pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir. Strategi ini menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumber melalui konsep reduce, reuse, recycle (3R).

Implementasi di lapangan mencakup:

  • Pemilahan sampah berbasis RT/RW
  • Penguatan bank sampah
  • Optimalisasi TPS3R
  • Pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos
  • Pemanfaatan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel)

Munafri menegaskan bahwa pendekatan ini juga bertujuan mendorong ekonomi sirkular di Kota Makassar.

“Fokus utama kita adalah meminimalisir sampah dari sumber dan mempercepat ekonomi sirkular. Kita ingin Makassar menjadi contoh pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) juga terus didorong guna mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Munafri menargetkan dalam beberapa bulan ke depan, TPA Antang sudah mulai bertransformasi menuju sistem sanitary landfill. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.

“Dalam beberapa bulan ke depan, TPA Antang harus beralih ke sanitary landfill. Ini kerja bersama, seluruh masyarakat harus terlibat,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Munafri juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis lainnya untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai rencana.

“Kita evaluasi program strategis, kita identifikasi kendala, dan dorong peningkatan agar semua berjalan optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *