Makassar

Pemkot Makassar Benahi Tiga Terminal, Wajah Transportasi Publik Disulap Lebih Tertib, Estetis, dan Produktif

69
×

Pemkot Makassar Benahi Tiga Terminal, Wajah Transportasi Publik Disulap Lebih Tertib, Estetis, dan Produktif

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat pembenahan wajah transportasi publik melalui penataan tiga terminal utama. Upaya ini dilakukan untuk menghapus stigma kumuh dan semrawut, sekaligus menghadirkan kawasan terminal yang lebih tertib, nyaman, estetis, dan produktif.

Melalui Perumda Terminal Makassar Metro, penataan dilakukan secara bertahap di Terminal Regional Daya (TRD), Terminal Mallengkeri, dan Terminal Toddopuli. Fokus utama meliputi peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, serta optimalisasi fungsi pelayanan transportasi.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menegaskan bahwa pembenahan Terminal Regional Daya menjadi prioritas utama sebagai simpul transportasi strategis di Makassar.

“Khusus Terminal Daya, kami lakukan pembenahan menyeluruh mulai dari infrastruktur, operasional hingga penguatan regulasi,” ujar Elber, Selasa (21/4/2026).

Ia mengungkapkan, tantangan utama saat ini adalah masih maraknya praktik naik-turun penumpang di luar terminal, seperti di pinggir jalan dan pool perusahaan otobus. Hal ini membuat fungsi terminal belum optimal sebagai pusat transportasi dan penggerak ekonomi.

“Terminal Regional Daya memiliki peran strategis, namun belum maksimal karena kendaraan masih banyak mengambil penumpang di luar terminal,” jelasnya.

Sebagai solusi, pihaknya telah menyiapkan sarana dan lahan bagi kendaraan kecil maupun perusahaan otobus agar beroperasi resmi di dalam terminal. Namun, penegakan aturan tetap menjadi kewenangan Dinas Perhubungan.

“Kami sudah siapkan fasilitas. Selanjutnya kami menunggu penegakan regulasi dari Dishub agar aktivitas transportasi terpusat di dalam terminal,” tambahnya.

Berdasarkan data operasional, Terminal Daya melayani angkutan AKAP dan AKDP dengan intensitas tinggi. Setiap malam tercatat sekitar 200 kendaraan masuk dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 hingga 2.000 orang. Meski demikian, aktivitas di dalam terminal masih belum optimal karena sebagian penumpang naik dari luar area.

Elber menilai, jika regulasi ditegakkan secara konsisten, maka aktivitas terminal akan kembali hidup dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Jika penumpang terpusat di dalam terminal, kios dan usaha mikro akan kembali bergerak. Suasananya bisa seperti bandara,” ungkapnya.

Penataan Terminal Mallengkeri dan Relokasi Aktivitas Pasar
Selain Terminal Daya, pembenahan juga dilakukan di Terminal Mallengkeri. Perbaikan difokuskan pada infrastruktur dasar, termasuk pengaspalan jalan untuk mengatasi kerusakan dan genangan air.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya rusak kini sudah diperbaiki sehingga akses lebih nyaman,” kata Elber.

Pemkot Makassar juga mendorong kolaborasi dengan Perumda Pasar Makassar untuk merelokasi aktivitas pasar bongkar muat dari Pasar Kalimbu. Terminal Mallengkeri dinilai memiliki kapasitas memadai sebagai lokasi alternatif.

“Terminal tetap berjalan, tetapi juga menjadi solusi bagi pedagang. Aktivitas pasar tetap dikelola Perumda Pasar, kami hanya menyiapkan lahan,” jelasnya.

Konsep pasar yang diterapkan adalah sistem bongkar muat berbasis kendaraan (partai) yang beroperasi pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas terminal. Sekitar 100 pedagang disebut siap direlokasi.

Terminal Toddopuli Disiapkan Jadi Ruang Terbuka Hijau
Sementara itu, Terminal Toddopuli akan dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi fasilitas publik seperti jogging track, area parkir, dan zona usaha tertata.

“Terminal Toddopuli rencananya kita arahkan menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga dan aktivitas publik,” ujar Elber.

Dengan luas sekitar 9.600 meter persegi dan potensi pengembangan hingga 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas, kawasan ini diharapkan menjadi ruang publik representatif dan terintegrasi.

Penataan Toddopuli telah dirancang sejak Oktober 2025 dan kini menunggu arahan lanjutan untuk tahap implementasi.

Komitmen Wujudkan Transportasi Modern
Secara keseluruhan, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan sistem transportasi darat yang modern dan terintegrasi. Pembenahan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga penertiban terminal bayangan dan optimalisasi aset daerah.

“Tahun 2026 menjadi fokus pembenahan. Harapannya, 2027 nanti sudah lebih stabil dan tidak sebesar tahun ini,” tutur Elber.

Ia menambahkan, peluang kerja sama dengan pihak swasta juga terbuka, termasuk pengembangan layanan transportasi berbasis aplikasi di dalam terminal.

“Terminal bukan lagi sekadar titik transit, tetapi wajah kota yang mencerminkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *