Sulawesi SelatanTakalar

Peringkat 1 Se-Sulsel, Bupati Takalar Tegaskan Kepala Sekolah Wajib Paham Rapor Pendidikan & ARKAS: “Kalau Tidak, Saya Ganti!”

65
×

Peringkat 1 Se-Sulsel, Bupati Takalar Tegaskan Kepala Sekolah Wajib Paham Rapor Pendidikan & ARKAS: “Kalau Tidak, Saya Ganti!”

Sebarkan artikel ini
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.

TAKALAR – Di tengah suasana pelantikan pejabat Eselon IIB lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyoroti secara khusus kinerja Kepala Dinas Pendidikan yang baru dilantik. Tak sekadar seremonial, ia menyelipkan pesan keras sekaligus visi besar bagi kemajuan pendidikan daerah.

Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Kamis (23/4/2026), Bupati yang akrab disapa Daeng Manye itu mengingatkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan Takalar saat ini berada di peringkat pertama se-Sulawesi Selatan. Capaian ini, menurutnya, adalah lompatan luar biasa dari posisi sebelumnya yang hanya menempati urutan ke-23.

“Sekarang dari data BPS, IPM pendidikan kita peringkat pertama se-Sulsel, dari sebelumnya urutan ke-23. Ini harus dipertahankan,” tegasnya di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Namun, mempertahankan prestasi bukanlah hal mudah. Bupati menekankan perlunya inovasi dan peningkatan kompetensi di lingkungan Dinas Pendidikan, khususnya bagi para kepala sekolah yang ia sebut sebagai ujung tombak kualitas pendidikan.

Penegasan paling tegas disampaikan Daeng Manye terkait dua instrumen kunci yang wajib dikuasai setiap kepala sekolah: Rapor Pendidikan dan ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Menurutnya, kedua alat ini adalah peta digital yang tidak boleh buta dibaca.

“Setiap kepala sekolah itu harus punya sertifikasi dan paham tentang Rapor Pendidikan dan ARKAS. Tidak boleh ada yang tidak paham. Kalau tidak paham, saya ganti! ” ujarnya dengan nada tegas.

Bupati menjelaskan, Rapor Pendidikan memuat indikator vital seperti kemampuan numerasi dan literasi siswa, penguatan karakter, hingga kondisi sarana dan lingkungan sekolah. Sementara ARKAS menjadi tulang punggung perencanaan dan pengawasan anggaran yang transparan serta akuntabel.

Dalam analoginya, Bupati mengibaratkan kepala sekolah sebagai pengemudi layanan transportasi daring profesional.

“Mustahil seorang pengemudi tidak mampu membaca peta digital. Hal yang sama berlaku bagi kepala sekolah. Mereka harus mampu ‘membaca peta’ pendidikan melalui data dan indikator yang tersedia,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Takalar akan segera menggelar pelatihan intensif bagi seluruh kepala sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap Rapor Pendidikan dan ARKAS, sekaligus menyelaraskan langkah dengan visi peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Dengan penegasan dan program pelatihan tersebut, Bupati berharap seluruh jajaran Dinas Pendidikan mampu bekerja lebih maksimal, inovatif, dan berbasis data. Ia optimistis capaian IPM pendidikan Takalar yang gemilang saat ini tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *