Makassar

May Day 2026 di Makassar Digelar Meriah dan Inklusif, Pemkot Jamin Keamanan dan Fasilitas

49
×

May Day 2026 di Makassar Digelar Meriah dan Inklusif, Pemkot Jamin Keamanan dan Fasilitas

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 secara meriah, aman, dan inklusif melalui konsep May Day Fest yang akan dipusatkan di Lapangan Karebosi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini harus menjadi momentum kebahagiaan sekaligus penguatan kesejahteraan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bersama sejumlah serikat pekerja/buruh di Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026).

“May Day tahun ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Berbagai konsep telah kita siapkan bersama agar perayaan berlangsung meriah, inklusif, dan memberi ruang kebahagiaan bagi para pekerja,” ujar Munafri.

Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memfasilitasi penuh kegiatan tersebut, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana hingga dukungan teknis lainnya demi kenyamanan peserta.

Selain itu, koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah dilakukan guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Kita ingin kegiatan ini berjalan baik, aman, dan penuh suasana kegembiraan. Ini adalah ruang bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha,” tambahnya.

Munafri juga mengimbau seluruh konfederasi serikat pekerja untuk bertanggung jawab terhadap anggotanya masing-masing, termasuk menjaga ketertiban serta menggunakan atribut resmi organisasi guna memudahkan identifikasi di lapangan.

Lebih lanjut, ia mendorong sinergi antara pekerja dan pengusaha, termasuk dalam mendukung kebutuhan dasar peserta seperti konsumsi dan minuman selama kegiatan berlangsung.

“Saya berharap peringatan May Day 2026 di Makassar menjadi kolaborasi harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan, Andi Malanti, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Kota Makassar yang menerima audiensi para buruh dan serikat pekerja.

“Tentu momentum silaturahmi ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujarnya.

Menurut Andi Malanti, May Day merupakan gerakan global buruh yang diperingati di seluruh dunia, termasuk di Makassar. Ia menilai pendekatan dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dapat menjadi alternatif yang lebih konstruktif dibandingkan aksi turun ke jalan.

“Jika ada ruang dialog terbuka, buruh bisa menyampaikan aspirasi secara langsung. Ini jauh lebih efektif dalam membangun kesepakatan bersama,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui sebagian serikat pekerja tetap menyiapkan aksi sebagai bagian dari dinamika perjuangan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan.

Ia juga menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, serta mendorong penguatan forum dialog rutin.

Selain itu, Andi Malanti menyoroti pentingnya optimalisasi desk ketenagakerjaan sebagai wadah pengaduan dan penegakan hukum di bidang ketenagakerjaan agar berjalan efektif.

“Dengan adanya fasilitas ini, persoalan buruh diharapkan dapat diselesaikan tanpa harus berujung pada aksi demonstrasi,” tambahnya.

Ia berharap peringatan May Day 2026 menjadi titik awal penguatan sinergi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *