Kementan

Ribuan Ton Pupuk Subsidi Digelontorkan ke Maros, Dongkrak Produktivitas Tambak dan Budidaya

31
×

Ribuan Ton Pupuk Subsidi Digelontorkan ke Maros, Dongkrak Produktivitas Tambak dan Budidaya

Sebarkan artikel ini

MAROS — Pemerintah mengalokasikan sebanyak 5.684 ton pupuk subsidi sektor perikanan untuk Kabupaten Maros sepanjang 2026. Kucuran pupuk subsidi dalam jumlah besar ini diharapkan menjadi energi baru bagi pelaku usaha tambak dan budidaya ikan untuk meningkatkan produksi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Alokasi pupuk subsidi tersebut terdiri atas tiga jenis, yakni pupuk Urea, SP36, dan pupuk organik yang akan disalurkan ke tujuh kecamatan di Maros.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Maros, Nuryadi, mengatakan bantuan pupuk subsidi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produktivitas sektor perikanan budidaya.

Menurutnya, keberadaan pupuk sangat penting untuk menunjang kualitas tambak dan meningkatkan hasil produksi masyarakat.

Kecamatan Bontoa menjadi wilayah penerima alokasi terbesar dengan total mencapai 2.136,21 ton. Jumlah tersebut terdiri atas 752,765 ton pupuk Urea, 540,765 ton SP36, serta 842,683 ton pupuk organik.

Selain Bontoa, Kecamatan Marusu juga memperoleh alokasi cukup besar yakni 1.218,64 ton. Kemudian disusul Kecamatan Lau sebanyak 1.148,90 ton dan Maros Baru 1.097,16 ton.

Sementara itu, Kecamatan Bantimurung mendapat jatah 43,61 ton, Turikale 36,87 ton, dan Kecamatan Camba menjadi wilayah dengan alokasi paling kecil, yakni hanya 2,62 ton.

Secara keseluruhan, distribusi pupuk subsidi untuk sektor perikanan di Maros terdiri atas 1.992 ton pupuk Urea, 1.321 ton SP36, dan 2.371 ton pupuk organik.

Nuryadi mengungkapkan, untuk sementara stok yang telah tersedia dari PT Pupuk Indonesia baru pupuk jenis Urea. Sedangkan jenis pupuk lainnya masih menunggu distribusi lanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua pembudidaya ikan otomatis bisa menerima pupuk subsidi tersebut. Ada sejumlah syarat administrasi yang harus dipenuhi, seperti tergabung dalam kelompok pembudidaya, memiliki lahan, dan terdaftar dalam sistem Kusuka.

Di sisi lain, Bupati Chaidir Syam berharap distribusi pupuk subsidi benar-benar mampu meningkatkan produktivitas tambak dan usaha budidaya masyarakat.

Menurutnya, peningkatan hasil produksi sektor perikanan diharapkan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi warga, khususnya masyarakat pesisir dan pelaku usaha budidaya.

Chaidir juga menekankan pentingnya penyaluran pupuk subsidi dilakukan secara tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang aktif bergerak di sektor perikanan budidaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *