Nasional

PU Kebut 1.301 Unit Hunian Modular, Target Rampung jelang Lebaran

54
×

PU Kebut 1.301 Unit Hunian Modular, Target Rampung jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Fasilitas ruang terbuka untuk korban terdampak bencana Sumatra yang berada di hunian modular (Foto: Humas PU)

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan percepatan pembangunan 1.301 unit rumah hunian modular bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Hunian tersebut ditargetkan dapat segera ditempati menjelang Lebaran 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut percepatan pembangunan untuk memastikan warga kembali memiliki hunian aman dan layak pascabencana. Ia menegaskan penyediaan hunian ini agar pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan masyarakat.

“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Februari 2026.

Dari total 1.301 unit hunian yang dibangun Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, sebanyak 1.056 unit berada di Provinsi Aceh. Sementara sebanyak 245 unit ada di Provinsi Sumatra Utara.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan telah membangun sebanyak 1.398 unit hunian sementara (huntara). Huntara tersebut diperuntukkan bagi korban banjir bandang di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Perlu kami laporkan Pak, untuk huntara jumlahnya sudah selesai tahap pertama itu sebanyak 1.398 unit. Rinciannya, sebanyak 1.075 unit huntara dibangun di Aceh, 200 unit di Sumut, dan 123 unit di Sumbar,” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menyebut, setelah proses pembangunan selesai, Danantara menyerahkan huntara tersebut kepada pemerintah daerah setempat. Proses penyerahan ini dilakukan untuk memastikan huntara dapat langsung dimanfaatkan masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *