TAKALAR — Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Hasin, sejumlah indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif yang signifikan. Data terbaru tahun 2025 mencatat perbaikan menyeluruh di sektor kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi.
Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengangguran
Tingkat kemiskinan di Takalar berhasil ditekan dari 7,75 persen pada 2024 menjadi 7,27 persen pada 2025. Penurunan sebesar 0,48 persen ini menjadi sinyal kuat menguatnya daya tahan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan perekonomian nasional.
Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga turun secara konsisten dari 3,84 persen pada 2024 menjadi 3,76 persen pada 2025. Meskipun tipis, penurunan ini menunjukkan adanya perluasan kesempatan kerja bagi warga Takalar.
Kualitas SDM Meningkat di Semua Lini
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Takalar melonjak dari 72,06 pada 2024 menjadi 72,79 pada 2025. Kenaikan ini ditopang oleh perbaikan signifikan di sektor kesehatan dan pendidikan.
Dari sisi kesehatan, Angka Harapan Hidup meningkat dari 73,69 tahun menjadi 74,08 tahun. Sementara di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 12,62 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah 7,84 tahun—keduanya menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Daya Beli Masyarakat Menguat
Pengeluaran riil per kapita masyarakat Takalar juga mengalami kenaikan dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli dan kesejahteraan warga secara riil.
Ketimpangan Semakin Menurun
Tingkat ketimpangan atau Gini Rasio Takalar membaik signifikan dari 0,385 pada 2024 menjadi 0,34 pada 2025. Angka ini menandakan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi turut dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pertanian sebagai Tulang Punggung
Sektor pertanian yang menjadi fondasi ekonomi daerah mencatat lonjakan produksi padi sebesar 18,52 persen—dari 115,61 ribu ton menjadi 137,01 ribu ton Gabah Kering Giling. Capaian ini memperkuat posisi Takalar sebagai salah satu daerah penyangga pangan strategis di Sulawesi Selatan.
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam Empat Tahun
Pertumbuhan ekonomi Takalar sepanjang 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, mempertegas akselerasi pembangunan yang tengah berlangsung di berbagai sektor.
Satu tahun pemerintahan Daeng Manye–Hengky Hasin menunjukkan arah kebijakan yang terukur dengan penguatan pada sektor fundamental: pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pertanian, serta stabilitas dan pemerataan ekonomi daerah.
Publik kini menanti konsistensi dan inovasi lanjutan dari kepemimpinan ini untuk menjaga tren positif tetap berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, sekaligus mewujudkan Takalar yang semakin maju dan sejahtera.








