Nasional

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Jenderal Try Sutrisno di TMP Kalibata

41
×

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Jenderal Try Sutrisno di TMP Kalibata

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Suasana haru menyelimuti kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (2/3/2026) siang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung upacara militer pemakaman kenegaraan Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 13.17 WIB setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa. Prosesi pemberangkatan menuju TMP Kalibata mendapat pengawalan ketat dari unsur TNI dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dalam upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat, Presiden Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin pembacaan Apel Persada sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara.

“Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, saya mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga serta jasa-jasa almarhum Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pelayat.

Presiden juga mendoakan agar seluruh dedikasi dan pengabdian almarhum menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Ia menegaskan, Try Sutrisno merupakan sosok prajurit dan negarawan yang mengabdikan hidupnya demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dihadiri Tokoh Bangsa dan Petinggi Negara
Upacara pemakaman kenegaraan tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta para mantan Wakil Presiden yakni Jusuf Kalla dan Boediono.

Jajaran petinggi TNI-Polri tampak memberikan penghormatan terakhir saat peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diturunkan ke liang lahat.

Almarhum dimakamkan di Kavling 131 TMP Kalibata, berdekatan dengan pusara Presiden ke-3 RI B. J. Habibie dan Ibu Hasri Ainun Habibie, serta Ibu Ani Yudhoyono.

Wafat di Usia 90 Tahun
Try Sutrisno wafat pada Senin pagi pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 90 tahun. Kepergian purnawirawan jenderal bintang empat tersebut meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Tuti Sutiawati, serta tujuh orang anak yang terdiri dari empat putra dan tiga putri.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935, Try Sutrisno menempuh perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Ia pernah menjadi penjual air dan loper koran demi membantu perekonomian keluarga.

Karier militernya dimulai sejak usia belia sebagai penyelidik dalam organisasi intelijen. Pada 1956, ia resmi bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Setahun kemudian, ia terjun dalam operasi militer menghadapi pemberontakan PRRI.

Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat Kepala Staf Kodam XVI/Udayana, Pangdam IV/Sriwijaya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pada 1986. Pada periode 1988–1993, ia dipercaya sebagai Panglima ABRI.

Puncak pengabdiannya di pemerintahan terjadi saat terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998 melalui Sidang Umum MPR, mendampingi Presiden Soeharto.

Dalam wawancara pada 2015, Try pernah mengenang perjalanan hidupnya.

“Dari masa kecil dan sekolah, saya mengalami tiga zaman, yaitu zaman Belanda, zaman Jepang masuk, sampai awal revolusi,” tuturnya.

Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya di bidang militer dan pemerintahan akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *