INFOSULAWESI — Final tunggal putri All England 2026 menghadirkan kejutan besar. Pebulu tangkis China Wang Zhi Yi berhasil menaklukkan ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan An Se Young dua gim langsung 21-15, 21-19 di Utilita Arena Birmingham, Minggu (8/3).
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi Wang. Selain menghadirkan gelar All England pertama dalam kariernya, ia juga berhasil mengakhiri dominasi panjang An Se Young yang sebelumnya selalu mengalahkannya dalam sejumlah pertemuan terakhir.
Sebelum final ini, Wang tercatat menelan 10 kekalahan beruntun dari An Se Young di berbagai turnamen dunia.
Putus Kutukan Kekalahan
Terakhir kali Wang Zhi Yi mampu mengalahkan An Se Young terjadi pada HSBC BWF World Tour Finals 2024 di Hangzhou. Saat itu Wang menang dua gim langsung 21-17, 21-14 di babak semifinal.
Namun setelah itu, An Se Young kembali mendominasi setiap pertemuan keduanya hingga memasuki final All England 2026.
Kemenangan di Birmingham ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 18-5 untuk keunggulan An Se Young, tetapi Wang berhasil mematahkan tren negatif yang sempat membayangi kariernya.
Hentikan 36 Kemenangan Beruntun
Selain memutus rentetan kekalahan pribadi, kemenangan Wang juga mengakhiri rekor 36 kemenangan beruntun yang dibukukan An Se Young di berbagai turnamen musim ini.
Sejak awal pertandingan, Wang tampil sangat disiplin dengan permainan lob panjang, drop shot tajam, dan kontrol tempo rally yang membuat An Se Young kesulitan mengembangkan permainan.
Pada gim pertama, Wang langsung mengambil kendali permainan setelah unggul jauh 15-8, sebelum akhirnya menutup gim pembuka 21-15.
Pertarungan menjadi jauh lebih ketat pada gim kedua. Kedua pemain saling mengejar angka hingga skor imbang 13-13.
Namun Wang tetap bermain sabar dengan pola reli panjang dan serangan terukur hingga akhirnya memastikan kemenangan 21-19.
Gelar All England Pertama
Kemenangan ini juga mengakhiri penantian panjang bulu tangkis China di sektor tunggal putri.
Wang Zhi Yi menjadi pemain tunggal putri China pertama yang menjuarai All England sejak Chen Yufei pada 2019.
Bagi Wang, kemenangan ini bukan sekadar gelar Super 1000, tetapi juga simbol kebangkitan setelah lama berada di bawah bayang-bayang dominasi An Se Young.**












