GowaSulawesi Selatan

Gowa Susun Strategi Terarah, 1.015 Keluarga Masuk Data Miskin Ekstrem

38
×

Gowa Susun Strategi Terarah, 1.015 Keluarga Masuk Data Miskin Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang membuka Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting di Baruga Tinggimae, Rabu (25/2/2026). Ist

GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan dan Stunting di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/2/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting merupakan dua persoalan strategis yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan daerah.

“Musrenbang Tematik ini kita laksanakan karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian layak. Sementara stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut perkembangan kognitif dan produktivitas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah Keluarga Miskin Ekstrem (KME) di Kabupaten Gowa saat ini tercatat sebanyak 1.015 keluarga. Pemerintah daerah menargetkan penanganan yang lebih terarah agar angka tersebut terus menurun.

Sementara itu, prevalensi stunting di Gowa menunjukkan tren membaik dan kini berada di angka 17 persen.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun belum cukup. Selama masih ada keluarga yang belum sejahtera dan anak berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, maka perhatian harus terus diperkuat,” tegasnya.

Husniah menekankan penanganan kemiskinan harus berbasis kebutuhan riil di lapangan. Intervensi, kata dia, tidak bisa dilakukan secara seragam, melainkan harus dipilah sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Menurutnya, tidak semua keluarga miskin membutuhkan program yang sama—sebagian memerlukan perbaikan rumah, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan, perbaikan sanitasi, hingga penguatan ekonomi keluarga.

“Intervensinya harus tepat sasaran. Pemerintah hadir untuk memperbaiki kualitas hidup, tetapi masyarakat juga harus didorong menjadi mandiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, menjelaskan Musrenbang Tematik ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa Tahun 2027.

“Kita ingin mengidentifikasi akar permasalahan berbasis data, menyelaraskan intervensi lintas perangkat daerah, menetapkan prioritas program tepat sasaran, serta menghasilkan rekomendasi yang akan diintegrasikan dalam RKPD 2027,” jelasnya.

Mengusung tema “Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting”, forum ini menegaskan komitmen Pemkab Gowa dalam memperkuat konvergensi penurunan stunting, meningkatkan efektivitas perlindungan sosial, serta pemberdayaan ekonomi keluarga miskin berbasis data by name by address.

Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, camat, kepala desa/lurah, kepala puskesmas, serta mitra pembangunan dan organisasi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *