Politik

Remaja Usia 18 Tahun Meninggal Ditembak, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Minta Proses Hukum Transparan dan Warga Tetap Tenang

814
×

Remaja Usia 18 Tahun Meninggal Ditembak, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Minta Proses Hukum Transparan dan Warga Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang

MAKASSAR – Suasana haru dan duka menyelimuti sebuah rumah sederhana yang dipenuhi keluarga dan kerabat di Makassar. Tangis tertahan terdengar di antara pelayat yang silih berganti datang memberikan penghormatan terakhir. Di rumah duka itu, jenazah Betrand Eka Prasetyo Radiman (18), seorang remaja, disemayamkan setelah meninggal dunia dalam sebuah peristiwa di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, pada Minggu pagi, 1 Maret 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.20 Wita tersebut kini menjadi perhatian publik. Berdasarkan informasi awal, korban diduga terkena tembakan saat aparat kepolisian melakukan penertiban terhadap sekelompok remaja yang bermain menggunakan senjata mainan jenis “omega” di ruang publik. Dalam situasi itu terjadi letusan senjata yang kemudian mengenai korban.

Oknum anggota yang terlibat, berinisial Iptu N, telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Proses hukum terhadap yang bersangkutan ditangani oleh Polda Sulawesi Selatan guna memastikan penanganan berjalan profesional, objektif, dan terbuka.

Informasinya, korban sempat dilarikan ke RS Grestelina sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar. Namun nyawanya tidak tertolong hingga menghembuskan napas terakhir.

Ayah korban, Yaya (54) yang ditemui di rumah duka mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia sedang berada di Balang Boddong ketika mendapat pesan agar segera pulang karena banyak polisi mencarinya. Tak lama kemudian, ia diminta menuju RS Bhayangkara.

Suasana rumah duka koban Bertrand didatangi sejumlah sanak saudara yang mengucapkan duka cita

“Saya sampai di sana, dia sudah tidak ada. Itu saja yang saya tahu,” ujarnya lirih. Ia mengaku belum mengetahui secara detail bagaimana persisnya peristiwa tersebut terjadi dan berharap ada penjelasan yang utuh langsung dari pihak berwenang.

Frederik Kalalembang Minta Masyarakat Percayakan Proses Hukum

Informasi mengenai kejadian ini juga sampai kepada Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNus), Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang, setelah sejumlah masyarakat dan keluarga menyampaikan laporan serta keprihatinan mereka, terkait kejadian tersebut.

Frederik Kalalembang langsung menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Betrand begitu menerima aduan tersebut. “Atas nama pribadi, sebagai wakil rakyat, dan atas nama masyarakat Toraja serta keluarga besar IKaTNus, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, proses hukum harus diberi ruang agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Kita semua tentu berduka. Namun mari kita bersabar dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat untuk membuka fakta secara jelas dan terbuka. Jangan sampai suasana ini berkembang menjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita kawal bersama secara bermartabat. Jangan melakukan hal-hal diluar koridor hukum yang bisa merusak suasana duka ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, saat ini pemeriksaan terhadap Iptu N masih berlangsung di Polda Sulawesi Selatan. Kepolisian memastikan perkembangan perkara akan disampaikan secara resmi setelah proses pendalaman selesai dilakukan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *