MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkenalkan aplikasi Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+) sebagai platform layanan publik terpadu milik Pemerintah Kota Makassar.
Pengenalan aplikasi tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Nurul Jihad, Kompleks IDI, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (5/3/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Munafri menjelaskan bahwa LONTARA+ dirancang sebagai super apps yang mengintegrasikan ratusan aplikasi layanan pemerintah yang sebelumnya berjalan secara terpisah menjadi satu platform terpadu.
Menurutnya, aplikasi ini dihadirkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai persoalan di lingkungan warga.
“Aplikasi ini menjadi media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan atau permasalahan di lingkungan masing-masing, nanti kami akan respons melalui SKPD yang berwenang,” ujar Munafri.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, masyarakat kini memiliki berbagai jalur untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, mulai dari tingkat RT, RW, lurah, camat hingga langsung melalui aplikasi LONTARA+.
“Warga bisa menyampaikan persoalan melalui RT, RW, lurah, camat, bahkan langsung ke saya. Sekarang juga ada aplikasi Lontara Plus yang memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan,” jelasnya.
Selain memperkenalkan inovasi layanan publik, Munafri juga mengungkapkan bahwa dirinya rutin berkeliling Kota Makassar setiap subuh bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi kota sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Ia menambahkan, kegiatan Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Safari Ramadan ini kami laksanakan di seluruh kecamatan di Kota Makassar untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Munafri, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Makassar.
“Tidak akan ada program pemerintah yang berjalan baik tanpa dukungan masyarakat. Demikian pula kegiatan masyarakat tidak akan berhasil tanpa kolaborasi dan dukungan pemerintah. Karena itu dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Munafri juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan ibadah, mengingat bulan suci tersebut telah memasuki pertengahan.
Selain itu, ia menyoroti potensi peningkatan volume sampah selama Ramadan akibat meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya penjualan makanan berbuka puasa.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Munafri juga mengantisipasi kemungkinan sebagian petugas kebersihan yang mudik ke kampung halaman.
Karena itu, ia meminta camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW untuk mengatur sistem pengelolaan sampah sejak dini agar tidak terjadi penumpukan.
“Kita tidak ingin pada saat merayakan Idulfitri justru sampah menumpuk di sudut-sudut wilayah. Ini harus diantisipasi dengan baik,” tegasnya.
Munafri juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, seperti memeriksa sakelar listrik, kompor, dan perangkat lainnya guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.














