Kesehatan

Terlalu Manis, Jus Buah Bisa Jadi Ancaman Kesehatan

63
×

Terlalu Manis, Jus Buah Bisa Jadi Ancaman Kesehatan

Sebarkan artikel ini

INFOSULAWESI — Jus buah kerap dianggap sebagai minuman sehat karena berasal dari bahan alami. Namun, di balik kesegarannya, banyak jus yang dijual di pasaran ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan justru bisa memicu masalah kesehatan serius.

Gula Tersembunyi dalam Jus

Banyak orang tidak menyadari bahwa segelas jus buah kemasan bisa mengandung setara empat hingga enam sendok teh gula. Bahkan jus segar yang dijual di pinggir jalan sering ditambahkan gula pasir atau sirup untuk menambah rasa manis. Padahal, tubuh tidak memerlukan tambahan gula jika sudah mendapat asupan dari buah itu sendiri.

Sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health (2019) menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi satu porsi minuman manis per hari, termasuk jus buah manis, memiliki risiko naik 16% terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya. Penelitian lain yang dipublikasikan di British Medical Journal (BMJ, 2020) juga menyebutkan bahwa minuman manis, termasuk jus buah dengan tambahan gula, berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Risiko Kesehatan

Dokter gizi mengingatkan, kelebihan gula dalam jus dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, hingga penyakit jantung. “Kadar gula darah bisa melonjak tajam setelah minum jus manis. Jika terus-menerus, pankreas akan bekerja lebih keras dan berpotensi menimbulkan diabetes,” jelas seorang pakar kesehatan.

Jus Bukan Pengganti Buah Utuh

Buah utuh memiliki serat yang membantu mengontrol penyerapan gula ke dalam tubuh. Sementara jus, terutama yang disaring, kehilangan sebagian besar serat tersebut. Akibatnya, gula dari jus lebih cepat masuk ke aliran darah, membuat tubuh lebih mudah mengalami lonjakan kadar gula.

Bijak Mengonsumsi

Masyarakat dianjurkan untuk lebih bijak dalam mengonsumsi jus. Pilih jus murni tanpa tambahan gula atau pemanis buatan, dan batasi porsinya maksimal satu gelas per hari. Alternatif sehat lainnya adalah mengonsumsi buah segar utuh, yang lebih kaya serat, vitamin, dan lebih lama membuat kenyang.

Edukasi Penting

Pakar kesehatan masyarakat menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak terkecoh dengan label “alami” atau “segar” pada jus. “Tidak semua jus itu sehat. Perhatikan komposisi dan jumlah gulanya,” ujarnya.

Dengan semakin meningkatnya kasus obesitas dan diabetes di Indonesia, kebiasaan kecil seperti mengurangi gula dalam jus bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *