Nasional

Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Siapkan Diversifikasi Impor Bahan Baku Pupuk

56
×

Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Siapkan Diversifikasi Impor Bahan Baku Pupuk

Sebarkan artikel ini
Pupuk bersubsidi.

JAKARTA — Budi Santoso memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan bahan baku pupuk di tengah ketidakpastian perdagangan global. Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah memperluas sumber impor guna menghindari ketergantungan pada kawasan tertentu.

Menurut Menteri Perdagangan tersebut, pemerintah membuka peluang pengalihan pasokan dari negara alternatif jika terjadi hambatan distribusi dari pemasok utama. Skema substitusi komoditas maupun diversifikasi negara asal dinilai menjadi solusi menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

“Jika ada kendala dari satu negara, kita bisa beralih ke sumber lain yang memiliki komoditas serupa. Ini sudah kami siapkan sebagai langkah mitigasi,” ujarnya di Jakarta Sabtu (28/3/2026).

Selama ini, Indonesia mengandalkan pasokan bahan baku dari berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah dan Eurasia. Untuk sektor pupuk, sejumlah negara di kawasan Eurasia seperti Kazakhstan dan Uzbekistan menjadi pemasok penting.

Budi menegaskan, opsi pengalihan impor ke negara-negara tersebut tetap terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelangsungan pasokan bahan baku pupuk nasional.

Hingga saat ini, pemerintah belum menerima laporan gangguan pasokan dari perusahaan BUMN sektor pupuk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi bahan baku masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Meski demikian, pemerintah terus mencermati perkembangan global, terutama meningkatnya persaingan dalam mendapatkan bahan baku pupuk di pasar internasional. Diversifikasi impor diharapkan mampu menjadi bantalan menghadapi tekanan tersebut.

Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga memastikan bahwa ketersediaan pupuk nasional tetap terjaga meskipun terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Saat ini, kapasitas produksi perusahaan mencapai sekitar 14,5 juta ton per tahun.

Dalam menjaga ketahanan pasokan, Pupuk Indonesia mengandalkan sumber bahan baku dari berbagai wilayah. Fosfat dipasok dari negara-negara Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair.

Sementara itu, kalium diperoleh dari Kanada dan Laos yang relatif aman dari dampak konflik. Untuk bahan baku sulfur, perusahaan juga menyiapkan alternatif pasokan dari luar Timur Tengah guna mengantisipasi gangguan dari negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

Langkah-langkah tersebut diyakini mampu menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tekanan global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *