Tojo Una-Una – Di tengah hamparan lahan yang sebelumnya sunyi dari geliat industri, kini mulai tumbuh harapan baru bagi masyarakat. Bukan dalam bentuk bangunan megah, melainkan dari ribuan bibit kelapa sawit yang tertata rapi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota.
Langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una di bawah kepemimpinan Ilham Lawidu dalam menghadirkan perubahan yang berakar dari desa.
Pada Jumat (3/4/2026), Bupati Ilham turun langsung meninjau lokasi pembenihan (pre-nursery) yang dikelola Dinas Perkebunan. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk keseriusan dalam memastikan program berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Yang kita tanam hari ini bukan hanya sawit, tetapi harapan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan puluhan ribu bibit untuk tahap awal pengembangan. Sebanyak 48.000 bibit berada di Ampana Kota, 30.000 bibit di Desa Lemoro, dan 20.000 bibit di Desa Wanasari, Kecamatan Ampana Tete. Bibit-bibit ini nantinya akan dibagikan kepada petani yang telah siap tanam.
Program ini bukan hanya soal angka dan target produksi, tetapi tentang membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat. Di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan lapangan kerja, kehadiran perkebunan sawit menjadi peluang besar bagi warga untuk mendapatkan penghasilan yang lebih stabil.
Dari proses pembukaan lahan, perawatan tanaman, hingga panen dan distribusi, setiap tahapan menghadirkan kesempatan kerja baru. Anak-anak muda pun kini memiliki alasan untuk tetap tinggal dan berkarya di kampung halaman.
Kunjungan Bupati Ilham juga berlanjut ke kantor PT Agri Asia Abadi di Desa Sumoli, Kecamatan Ratolindo. Di sana, ia meninjau kesiapan 22 unit ekskavator baru yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan perkebunan.
Keberadaan alat berat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi akan segera bergerak lebih masif. Namun, Bupati Ilham menegaskan bahwa investasi yang masuk harus berpihak kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat terlibat langsung, bekerja, dan merasakan hasilnya. Ekonomi harus bergerak dari bawah, dari desa,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa visi pembangunan yang diusung bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada pemerataan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kini, masyarakat Tojo Una-Una tidak lagi hanya menunggu perubahan. Dari bibit kecil di Sansarino hingga deru alat berat di Sumoli, harapan itu mulai terlihat nyata.
Langkah demi langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menjadi bukti bahwa visi dan misi yang diusung bukan sekadar janji, melainkan komitmen yang sedang diwujudkan—pelan, pasti, dan berpihak pada rakyat.













