Makassar

Perkuat Kompetensi Nelayan, Wali Kota Munafri Tekankan Prioritas Keselamatan di Laut

61
×

Perkuat Kompetensi Nelayan, Wali Kota Munafri Tekankan Prioritas Keselamatan di Laut

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi serta kesadaran keselamatan bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha kelautan, khususnya nelayan dan awak kapal tradisional.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), Diklat Dasar-Dasar Keselamatan Kapal Tradisional (BST KLM), serta Diklat Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan di kampus Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan rapat bersama Direktorat Lalu Lintas Laut yang menjadi bagian dari upaya penguatan sektor keselamatan pelayaran nasional.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi refleksi penting atas urgensi keselamatan di sektor kelautan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di laut.

Menurutnya, Kota Makassar memiliki delapan pulau dengan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Kondisi tersebut menjadikan pemahaman terhadap keselamatan sebagai kebutuhan mendasar yang tidak bisa diabaikan.

“Karena itu, pemahaman terhadap keselamatan menjadi hal yang sangat mendasar dan tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Munafri mengungkapkan, masih banyak kecelakaan laut yang terjadi bukan semata karena faktor alam, melainkan akibat keterbatasan pengetahuan serta ketidaksiapan dalam menghadapi situasi darurat.

“Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kondisi, tetapi karena kurangnya pemahaman bagaimana cara mengatasi persoalan di laut. Di sinilah pentingnya pelatihan seperti ini,” tambahnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan diklat yang melibatkan lembaga pelatihan pelayaran, karena dinilai mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan praktis peserta, terutama dalam memahami prosedur keselamatan serta penanganan kondisi darurat di laut.

Munafri juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menyerap materi yang diberikan, baik teori maupun praktik.

“Peserta harus mengikuti dengan serius agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di laut,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama proses pelatihan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara optimal hingga selesai.

Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa diklat ini harus menjadi momentum untuk membangun kompetensi yang andal demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan kerja.

“Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bisa membantu orang lain di sekitar kita,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat menjadi awak kapal yang profesional, terampil, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap standar keselamatan pelayaran.

“Setelah mengikuti diklat ini, saya ingin memastikan peserta menjadi awak kapal yang andal, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *