Makassar

Penertiban Humanis di Tallo Berjalan Lancar, Delapan Lapak di Atas Drainase Ditata Tanpa Konflik

49
×

Penertiban Humanis di Tallo Berjalan Lancar, Delapan Lapak di Atas Drainase Ditata Tanpa Konflik

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali melakukan penertiban lapak pedagang yang berdiri di atas saluran drainase serta fasilitas umum (fasum dan fasos) di Kelurahan Ujung Pandang Baru. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis tersebut berjalan tertib, lancar, dan tanpa konflik.

Penertiban melibatkan tim gabungan yang menyasar tiga titik lokasi, yakni Jalan Teuku Umar, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan A.R. Hakim. Secara keseluruhan, delapan lapak ditindak, termasuk beberapa yang telah berdiri selama puluhan tahun.

Camat Tallo, Andi Husni, menjelaskan bahwa dua lapak di Jalan Teuku Umar yang telah berdiri lebih dari 20 tahun dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya setelah menerima peringatan resmi dari pemerintah setempat.

“Kedua lapak tersebut dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya setelah melalui tahapan peringatan resmi dari kelurahan,” ujar Andi Husni, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, penertiban tidak dilakukan secara tiba-tiba atau represif. Pemerintah menerapkan tahapan yang terukur, mulai dari imbauan lisan hingga surat peringatan bertahap (SP1 hingga SP3).

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Sebelum tindakan dilakukan, para pemilik lapak telah melalui tahapan peringatan sehingga muncul kesadaran untuk membongkar sendiri,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Jalan Gatot Subroto, di mana tiga lapak juga telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Petugas Satpol PP Kecamatan Tallo bersama tim kebersihan selanjutnya membersihkan sisa material di lokasi.

Sementara itu, di Jalan A.R. Hakim, penertiban dilakukan melalui skema relokasi terhadap tiga properti usaha. Langkah ini diambil untuk mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, rapi, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Andi Husni menambahkan, penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas publik seperti trotoar dan drainase.

“Penertiban ini telah melalui proses panjang dengan komunikasi yang baik. Kami mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat memahami pentingnya menjaga fasilitas umum,” tegasnya.

Senada dengan itu, Lurah Ujung Pandang Baru, Muhammad Mahfudz Akramy Amiruddin, mengapresiasi para pemilik lapak yang menunjukkan itikad baik dengan melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Kami sangat mengapresiasi para pemilik lapak yang dengan sukarela membongkar bangunannya. Ini mencerminkan kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penataan kawasan. Pendekatan persuasif yang dilakukan juga dinilai mampu menciptakan komunikasi yang efektif sehingga penertiban berjalan tanpa konflik.

Ke depan, Pemerintah Kelurahan Ujung Pandang Baru bersama Kecamatan Tallo akan terus melakukan pengawasan dan penataan secara berkelanjutan guna memastikan kawasan tetap tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Penataan ini bukan hanya soal penertiban, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap layak dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *