MAKASSAR — Aliyah Mustika Ilham mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut namanya dengan modus sumbangan masjid.
Dalam keterangannya, Sabtu (18/04/2026), Aliyah mengungkapkan bahwa pelaku penipuan mengaku sebagai dirinya dan menghubungi pengurus masjid maupun warga dengan dalih akan menyalurkan bantuan dana.
“Pelaku biasanya mengirimkan bukti transfer, lalu mengklaim terjadi kesalahan jumlah transfer. Setelah itu, korban diminta mengembalikan selisih dana yang sebenarnya tidak pernah ada,” jelasnya.
Aliyah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan transaksi bantuan dengan mekanisme seperti itu, apalagi meminta pengembalian dana kepada penerima bantuan.
“Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transaksi keuangan, itu dipastikan tidak benar,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan yang mengatasnamakan pejabat, terutama jika berkaitan dengan uang.
“Segera lakukan verifikasi melalui kanal resmi atau laporkan kepada pihak berwenang jika menerima pesan mencurigakan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar turut mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal serta tidak melakukan transfer tanpa kepastian yang jelas.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa modus penipuan terus berkembang dengan memanfaatkan nama tokoh publik untuk meyakinkan korban. Kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian.














