Makassar

Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan hingga Perbatasan Gowa

69
×

Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan hingga Perbatasan Gowa

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Manggala terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi program prioritas Wali Kota. Langkah ini dilakukan melalui kerja bakti rutin, pembersihan saluran air, hingga penanganan sampah di titik-titik rawan.

Camat Manggala, Ahmad, menegaskan bahwa kebersihan wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Menjalankan program kebersihan wilayah sesuai arahan Wali Kota. Kami rutin menggelar kerja bakti karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan kawasan yang sehat,” ujar Ahmad, Minggu (19/4/2026).

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala kerap menghadapi dampak lingkungan. Karena itu, pemerintah kota memberikan perhatian khusus, termasuk tambahan kuota iuran sampah gratis serta rencana pengembangan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik).

Upaya pembersihan tidak hanya difokuskan di tingkat kelurahan dan RT/RW, tetapi juga menjangkau kawasan perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Salah satu titik prioritas berada di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamangapa dan Bangkala, yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Al Imam Ashim.

Di lokasi tersebut, tumpukan sampah kerap ditemukan di sepanjang kanal yang terhubung hingga ke Waduk Pampang. Jalur ini juga menjadi akses penghubung menuju Jalan Hertasning–Samata, sehingga berpotensi menjadi sumber pencemaran lintas wilayah.

Ahmad menjelaskan, pihaknya aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah tetangga untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

“Dari peta wilayah memang terdapat tapal batas, meskipun tidak terlalu jelas. Namun ada penanda berupa beton dan lampu jalan,” jelasnya.

Melalui Lurah Bangkala, koordinasi dilakukan dengan Kelurahan Pacinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kolaborasi ini menghasilkan kesepakatan untuk menggelar kerja bakti bersama.

“Kami turun bersama, baik dari Makassar maupun Gowa. Kerja bakti ini untuk memastikan sampah di perbatasan bisa tertangani maksimal,” lanjut Ahmad.

Dalam proses pembersihan, Kecamatan Manggala juga memanfaatkan alat berat berupa ekskavator bantuan warga setempat. Penggunaan alat tersebut terbukti mempercepat pengangkutan sampah.

“Dengan bantuan ekskavator, sekitar 10 armada truk sampah berhasil diangkut dan lokasi kini sudah bersih,” ungkapnya.

Selain penanganan sampah, pemerintah kecamatan juga merencanakan penataan pedagang kaki lima (PKL), khususnya di Jalan Tamangapa, depan kawasan Perumahan Dosen. Pendekatan persuasif terus dilakukan, disertai penerbitan surat peringatan bertahap.

“Sebagian pedagang sudah bersedia dipindahkan. Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis,” kata Ahmad.

Di sisi lain, pihak kecamatan juga merespons keluhan warga terkait keberadaan kontainer sampah di Jalan Kecaping Raya yang dinilai mengganggu arus lalu lintas. Ahmad mengaku telah meninjau langsung lokasi bersama anggota dewan, Hartono.

Ia menegaskan telah menginstruksikan jajaran untuk segera memindahkan kontainer ke lokasi yang lebih tepat.

“Saya tidak setuju jika kontainer berada di badan jalan karena mengganggu. Sudah saya perintahkan untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Melalui langkah kolaboratif dan pendekatan humanis, Pemerintah Kecamatan Manggala optimistis dapat menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *