Makassar

Wali Kota Makassar Tekankan Toleransi sebagai Kekuatan Pembangunan di Dharma Santi Nyepi

74
×

Wali Kota Makassar Tekankan Toleransi sebagai Kekuatan Pembangunan di Dharma Santi Nyepi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi yang digelar di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/04/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung di Makassar sejak akhir tahun hingga saat ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai toleransi antarumat beragama.

Ia menyebut, berbagai perayaan seperti Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Nyepi dan Dharma Santi, seluruhnya berjalan harmonis.

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Menurut Munafri, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah. Ia mengibaratkan keberagaman sebagai warna yang berbeda-beda namun justru menciptakan keindahan.

“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Tapi ketika beragam, justru menjadi lebih indah,” tambahnya.

Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Hindu di Makassar yang dinilai konsisten menjaga harmoni sosial, termasuk melalui kegiatan keagamaan yang sarat nilai budaya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengaku terkesan dengan ornamen dan properti khas Hindu yang ditampilkan dalam perayaan Nyepi dan Dharma Santi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa suasana toleransi yang terjaga memiliki dampak langsung terhadap iklim investasi daerah. Di era keterbukaan informasi, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

“Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru bisa memberikan pengaruh besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan program “Kampung Toleransi” sebagai percontohan kehidupan harmonis antarumat beragama.

Program ini akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan FKUB Kota Makassar dengan menghadirkan kawasan yang merepresentasikan keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah.

Munafri berharap, perayaan Dharma Santi menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan bahwa perayaan Tahun Baru Saka memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan perayaan tahun baru lainnya.

Ia menyebut, umat Hindu merayakannya melalui rangkaian spiritual seperti Catur Brata Penyepian yang menekankan refleksi diri dan penyucian.

“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *