Nasional

Presiden Prabowo Perintahkan Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil: Tak Ada Kenaikan di 2026

85
×

Presiden Prabowo Perintahkan Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil: Tak Ada Kenaikan di 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan di Istana Merdeka, Kamis, 16 April 2026.

Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menteri Bahlil mengatakan atas arahan dari Presiden Prabowo, harga BBM bersubsidi tidak akan naik bahkan hingga akhir tahun 2026.

“Saya katakan bahwa di kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun. Insyaallah sampai selama-lamanya,” kata Menteri Balil dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Kamis, 16 April 2026.

Menteri Bahlil berharap harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), tidak diatas USD100 per barel. Ia mengungkap ICP Januari-April 2026, yaitu USD77 per barel.

“Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan USD100 dolar itu sudah aman dalam APBN. Jadi kita itu baru split USD7 per barel,” ujarnya.

“Jadi jangan sampai ada yang anggapan bahwa uang kita dapat dari mana. Kita ini baru naik USD7 per barel sampai dengan sekarang yang saya ngomong ini ya,” kata Bahlil.

Bahlil juga memastikan pasokan BBM didalam negeri dalam kondisi aman bahkan diatas minimum. “Amanlah, kita saya sampaikan kepada publik bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG,” katanya.

Menteri Bahlil menjelaskan Pemerintah Indonesia aktif mencari cadangan minyak dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Rusia. Peran aktif pemerintah untuk mengamankan pasokan BBM ditengah ketidakpastian global imbas perang di Timur Tengah.

“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara tapi di hampir semua negara,” katanya menegaskan.

Menteri Bahlil mengungkap, kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting Indonesia, 600 ribu-610 ribu per barel per hari. Artinya Indonesia harus impor 1 juta barel per hari.

“Jadi semuanya kita ambil. Mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan,” ujar Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *