Kotamobagu

Ini Tuntutan Ormas Adat Brigade Bogani BMR Saat Aksi Demonstrasi

232
×

Ini Tuntutan Ormas Adat Brigade Bogani BMR Saat Aksi Demonstrasi

Sebarkan artikel ini

INFOSULAWESI.com KOTAMOBAGU – Ormas Adat Brigade Bogani Bolaang Mongondow Raya (BMR), Rabu 4 Maret 2026, melakukan aksi demonstrasi dengan damai di Tugu Perempatan Bobakidan Kelurahan Kotobangun.

Aksi yang sempat memacetkan arus lalulintas ini, melayangkan sejumlah tuntutan terhadap Pemerintah dan meminta untuk ditindak lanjuti. Dalam aksi ini juga massa nampak membawa spanduk yang bertuliskan menolak para cukong mafia pertambangan di lokasi Potolodan Dumoga yang meminta untuk keluar dari tanah adat.

Melalui kordinator aksi Rolandi Talib SH., dirinya sangat menyangkan adanya sikap ketidakadilan yang dipertontonkan terhadap para penambang rakyat (manual) lantaran imbas dari ulah para cukong dan pemodal besar yang merusak ekosistem lingkungan hutan namun terkesan kebal hukum.

“Hari ini kami dari “Barisan Garda Adat Terdepan Bogani” (BRIGADE BOGANI) menyampaikan bahwa persoalan di BMR bukan hanya soal sulitnya penambang menjual emas. Masalah yang kami soroti adalah krisis tata kelola pertambangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pertama, kami menilai penegakan hukum tidak boleh hanya menyentuh hilir seperti toko² pembeli emas, tetapi harus membersihkan hulu, yakni mafia PETI, cukong/pemodal besar dan pembeking yang merusak hutan serta menjarah sumber daya alam secara ilegal,” tegas Rolandi Talib.

Ia pun bersama massa aksi mendesak kepada aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, untuk melakukan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan pertambangan ilegal di Sulawesi Utara.

“Kami meminta audit dan evaluasi lingkungan secara terbuka terhadap aktivitas pertambangan, termasuk yang dilakukan oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (PT J’RBM), demi keselamatan desa-desa lingkar tambang seperti Bakan. Kami menuntut kepastian blok WPR dan perlindungan hak masyarakat adat penambang tradisional, termasuk mereka yang mencari nafkah di sekitar Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” ujarnya lagi, yang diaminkan Panglima Brigade Bogani Drs. Jemmy Lantong,SH., dan Ketua AMABOM Bolmong, Dr. Muliadi Mokodompit. SE, SH, M.Si.

Dalam aksi tersebut juga massa aksi Ormas Adat Brigade Bogani BMR menolak kehadiran Ormas GRIB Jaya besutan Hercules di BMR dengan alasan demi menjaga stabilitas sosial dan menghormati struktur adat yang sudah ada.

“Sikap kami jelas Kami tidak anti hukum, Kami tidak anti investasi. Kami menuntut keadilan, transparansi, dan perlindungan tanah adat BMR secara menyeluruh,” tutupnya. (Iceq Lasupu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *