Bolmong

Banjir Bakan Warga Minta Keberadaan PT.JRBM Harus Dievaluasi

68
×

Banjir Bakan Warga Minta Keberadaan PT.JRBM Harus Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

INFOSULAWESI.com BOLMONG – Dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan emas kembali dirasakan warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, yang menerima banjir bandang setiap musim penghujan.

Tak sedikit rumah warga harus menjadi korban akibat terendam banjir disebabkan meluapnya air setinggi lutut orang dewasa karena tersumbatnya aliran Sungai Lolotut.

Banjir ini juga melumpuhkan aktivitas warga lantaran akses jalan penghubung tak bisa dilalui oleh kendaraan.

 Sementara, meluapnya air sungai diduga akibat adanya aktivitas pertambangan emas PT. Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) yang berada di atas kaki gunung penyangga desa Bakan dan Mopusi. Terlebih, warga setempat menduga jika sumber luapan air hasil adanya kegiatan di wilayah hulu oleh perusahaan.

“Debet air meningkat karna tak ada lagi pepohonan yang menyerap air menjadi penyangga dan akibatnya meluap menjadi banjir yang menerjang warga. Hal ini harus ada perhatian serius dari pihak Pemerintah Kabupaten bahkan Kementerian agar kiranya dapat mengkaji kembali keberadaan Perusahaan JRBM di wilayah Bakan,” terang Hery Lasabuda, Ketua Lembaga pengawasan Kinerja Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) Sulawesi Utara.

Banjir ini pun menjadi sorotan warga yang menerima dampaknya bahkan kekesalan warga dituangkan kedalam status di media sosial seperti akun Facebook bernama Ing Podomi yang mengunggah kejadian tersebut yang memantik beragam komentar bernada keprihatinan.

Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd., kepada beberapa media mengatakan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Lolotut meluap.

“Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat, sehingga mengakibatkan air sungai Lolotut yang melintasi Desa Bakan meluap. Banjir terjadi di titik yang sama pada kejadian yang lalu,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sekitar 55 rumah warga sempat tergenang, namun kondisi kini berangsur normal.

“Air setinggi lutut orang dewasa dan tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Saat ini situasi sudah aman dan kondusif,” tandas Kapolsek. Peliput: Iceq Lasupu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *