Internasional

Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ayatollah Ali Khamenei yang Kini Kendalikan Republik Islam

59
×

Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ayatollah Ali Khamenei yang Kini Kendalikan Republik Islam

Sebarkan artikel ini
Mojtaba Khamenei resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang. (Irna News Agency)

INFOSULAWESI — Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah Mojtaba Khamenei dikonfirmasi sebagai Supreme Leader Iran atau Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.

Pria berusia 56 tahun tersebut menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan di kompleks kediamannya di Teheran pada hari pertama pecahnya perang.

Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya memimpin Iran selama lebih dari 37 tahun, sejak menggantikan Imam Khomeini pada 1989.

Dipilih Majelis Ulama Iran

Pemimpin tertinggi Iran dipilih oleh lembaga bernama Assembly of Experts, yakni majelis yang terdiri dari 88 ulama Islam yang dikenal loyal terhadap sistem Republik Islam Iran.

Majelis ini memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk sekaligus mengawasi pemimpin tertinggi negara tersebut.

Menurut laporan Sky News, gedung tempat majelis itu biasanya bersidang sempat hancur akibat serangan udara, namun para anggota majelis dilaporkan tidak berada di lokasi saat serangan terjadi.

Sosok Misterius yang Jarang Muncul di Publik

Berbeda dengan ayahnya yang dikenal sebagai tokoh intelektual dan orator ulung, Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sebagai figur yang relatif tertutup.

Ia jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah menyampaikan khutbah Jumat ataupun pidato besar di hadapan masyarakat.

Mojtaba merupakan anak kedua dari Ayatollah Ali Khamenei dan selama bertahun-tahun menjalani peran politik di balik layar dalam lingkaran kekuasaan Iran.

Pernah Bertugas di Garda Revolusi Iran

Pada masa perang Iran–Irak pada 1980-an, Mojtaba Khamenei diketahui pernah bertugas di Batalion Habib milik Garda Revolusi Iran (IRGC).

Kedekatan dengan IRGC disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengaruhnya kuat di kalangan elite militer dan politik Iran.

Relasi yang terbangun sejak masa tersebut juga memperkuat jaringan kekuasaan Mojtaba, karena banyak tokoh IRGC kini memegang posisi penting dalam pemerintahan Iran.

Dikaitkan dengan Penindasan Demonstrasi

Beberapa laporan juga menyebut Mojtaba pernah dikaitkan dengan penindasan keras terhadap demonstrasi di Iran, meskipun perannya tidak pernah secara resmi diakui pemerintah.

Ia juga diketahui masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat, dan disebut memiliki sejumlah aset properti bernilai besar di berbagai negara, termasuk di London.

Dinilai Membentuk Dinasti Politik

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi juga memicu perdebatan.

Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Islam Iran, posisi tertinggi negara diwariskan dari ayah kepada anak, sehingga dianggap menciptakan semacam dinasti politik.

Hal ini dinilai ironis oleh sebagian pengamat, mengingat rakyat Iran pernah menggulingkan dua dinasti besar, yakni Dinasti Qajar pada 1925 dan Monarki Pahlavi pada 1979.

Meski memiliki pengaruh kuat di lingkaran elite kekuasaan, Mojtaba Khamenei diketahui tidak pernah memegang jabatan publik atau dipilih melalui pemilu sepanjang karier politiknya.

Namun kedekatannya dengan Garda Revolusi Iran dianggap sebagai faktor penting dalam proses penunjukannya.

Para pengamat menilai dominasi kelompok garis keras dalam struktur kekuasaan Iran kemungkinan akan mempersulit upaya diplomasi maupun negosiasi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *