Internasional

Iran Tegaskan Kuasai Penuh Selat Hormuz hingga Perang dengan AS dan Israel Berakhir

65
×

Iran Tegaskan Kuasai Penuh Selat Hormuz hingga Perang dengan AS dan Israel Berakhir

Sebarkan artikel ini

INFOSULAWESI — Iran menegaskan akan terus mempertahankan kontrol penuh dan pengawasan ketat atas Selat Hormuz hingga perang dengan Amerika Serikat dan Israel benar-benar berakhir.

Berdasarkan laporan Tasnim News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan bahwa jalur strategis tersebut akan tetap berada di bawah kendali militer hingga tercapai perdamaian permanen.

Dalam pernyataannya, SNSC menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah kegagalan pihak lawan di medan perang serta munculnya permintaan negosiasi dari Amerika Serikat.

Iran sempat menyetujui perundingan melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan tersebut tidak mencapai kesepakatan karena adanya tuntutan tambahan dari pihak lawan yang ditolak Teheran.

Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dalam proses negosiasi.

Bahkan, kelanjutan pembicaraan ditunda hingga pihak lawan menyesuaikan sikapnya dengan realitas di lapangan.

SNSC juga mengungkapkan bahwa Iran sebelumnya menetapkan penghentian konflik di semua front, termasuk Lebanon, sebagai syarat utama gencatan senjata.

Namun, Israel disebut melanggar kesepakatan tersebut sejak awal dengan melanjutkan serangan ke Lebanon.

Meski demikian, Iran mengklaim tekanan yang diberikan akhirnya memaksa Israel menerima gencatan senjata di Lebanon.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Selat Hormuz hanya dibuka secara terbatas dan bersyarat.

Iran menegaskan bahwa hanya kapal komersial yang diizinkan melintas, sementara kapal militer maupun kapal yang terkait negara musuh tetap dilarang.

Seluruh pelayaran juga wajib mendapatkan izin dan mengikuti jalur yang telah ditentukan oleh Angkatan Bersenjata Iran.

Selain itu, Iran juga menerapkan mekanisme pengawasan ketat terhadap kapal yang melintas, termasuk pengumpulan data lengkap, penerbitan sertifikat transit, serta kewajiban pembayaran biaya terkait keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.

SNSC menilai lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama ini juga menjadi jalur logistik bagi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Iran.

Karena itu, Iran menegaskan akan terus mengontrol penuh jalur tersebut selama ancaman masih ada dan perang belum berakhir.

Jika pihak lawan kembali melakukan pelanggaran, termasuk upaya blokade laut, Iran menyatakan akan menutup kembali akses terbatas yang sebelumnya diberikan.

Sementara itu, juru bicara militer Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini telah kembali ke kondisi pengawasan penuh seperti sebelumnya.

Ia menuding Amerika Serikat terus melakukan pelanggaran dan tindakan “perompakan laut” dengan dalih blokade.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur vital energi global, tetapi juga instrumen strategis Iran dalam menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat dan sekutunya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *