Makassar

84 Persen Warga Makassar Dukung PSEL di TPA Antang, Pemkot Percepat Realisasi Proyek Strategis

45
×

84 Persen Warga Makassar Dukung PSEL di TPA Antang, Pemkot Percepat Realisasi Proyek Strategis

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Dukungan publik terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar terus menguat. Mayoritas masyarakat menyatakan persetujuan terhadap proyek strategis tersebut, khususnya jika berlokasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala.

Berdasarkan hasil survei Parameter Publik Indonesia (PPI), sebanyak 84 persen responden menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan. Sementara itu, hanya 3,8 persen yang tidak setuju dan sisanya tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras Md, menegaskan bahwa tingginya angka persetujuan ini menjadi legitimasi kuat bagi Pemerintah Kota Makassar dalam merealisasikan proyek tersebut.

“Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan. Ini menunjukkan dukungan publik yang sangat signifikan,” ujar Ras Md, Kamis (2/4/2026).

Survei tersebut juga mengungkap preferensi masyarakat terkait lokasi pembangunan. Sebanyak 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa Antang sebagai lokasi paling tepat. Sementara 27,3 persen menginginkan lokasi sebelumnya di Tamalanrea, 6 persen memilih lokasi alternatif lain, dan 23,3 persen tidak memberikan jawaban.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling terhadap 600 responden yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar. Margin of error tercatat ±4,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan pengumpulan data dilakukan pada Februari 2026.

Ras Md menilai, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar sudah sejalan dengan aspirasi masyarakat. Ia juga menyebut pembangunan PSEL berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.

“Dengan basis dukungan publik yang kuat, pembangunan PSEL berada di jalur yang tepat untuk menjadi solusi berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mempercepat realisasi proyek PSEL yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penegasan tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang membahas roadmap pembangunan PSEL di sejumlah daerah.

Munafri menjelaskan, lokasi TPA Tamangapa Antang dipilih karena dinilai paling efisien dari sisi operasional dan pembiayaan. Dengan memanfaatkan lokasi TPA yang sudah ada, pemerintah dapat menekan biaya transportasi dan menghindari kebutuhan lahan baru.

“Kalau dibangun di lokasi baru, tentu membutuhkan biaya tambahan. Sementara di TPA, jaraknya dekat sehingga biaya pengangkutan bisa lebih efisien,” ujarnya.

Selain itu, aspek sosial juga menjadi pertimbangan. Menurutnya, penggunaan kawasan TPA yang sudah lama difungsikan akan meminimalkan potensi penolakan masyarakat.

Munafri juga mengungkapkan bahwa kontribusi PSEL dalam pengelolaan sampah diperkirakan mencapai sekitar 14 hingga 15 persen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terintegrasi dengan metode lain untuk hasil yang optimal.

“PSEL ini salah satu cara paling ampuh, tapi tetap harus didukung langkah lain secara paralel,” jelasnya.

Dari sisi teknis, lokasi TPA Antang dinilai memenuhi syarat, termasuk ketersediaan sumber air dari Sungai Kajenjeng yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.

Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari transformasi pengelolaan sampah di Makassar, dengan mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

“Tujuan utama kita bukan hanya membuang sampah, tapi mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Dengan dukungan masyarakat yang kuat dan kesiapan pemerintah, pembangunan PSEL di Makassar diharapkan menjadi solusi strategis dalam menciptakan kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *