Makassar

May Day 2026 di Makassar: Wali Kota Munafri Fasilitasi Dialog Buruh di Karebosi

53
×

May Day 2026 di Makassar: Wali Kota Munafri Fasilitasi Dialog Buruh di Karebosi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadirkan pendekatan baru dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Melalui konsep dialog terbuka dan festival kolaboratif, buruh tidak lagi turun ke jalan, melainkan difasilitasi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di Lapangan Karebosi, 1 Mei 2026 mendatang.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen Pemkot Makassar dalam membangun komunikasi yang konstruktif dan berkelanjutan dengan kalangan pekerja yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian kota.

Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa momentum May Day harus dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan buruh.

“Momentum May Day tahun ini harus dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan buruh. Kita duduk bersama, membahas persoalan, kebutuhan, dan aspirasi untuk dicarikan solusi bersama,” ujar Munafri saat menerima audiensi Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan pentingnya membangun hubungan harmonis melalui komunikasi langsung dan kolaboratif antara seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Munafri, Lapangan Karebosi dipilih sebagai pusat kegiatan karena dinilai lebih representatif dibandingkan Anjungan Pantai Losari. Selain memiliki daya tampung besar, Karebosi juga mendukung pengaturan teknis seperti penempatan tenda, parkir, serta perlindungan peserta dari cuaca.

“Kalau di Karebosi, daya tampungnya jauh lebih besar dan pengaturan teknis lebih mudah. Kita ingin kegiatan ini nyaman dan tertib bagi semua,” jelasnya.

Sebaliknya, ia menilai jika kegiatan dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, potensi kendala seperti keterbatasan parkir dan kepadatan lalu lintas akan sulit dihindari, terlebih dengan estimasi peserta mencapai 10.000 orang.

Munafri juga mendorong pelibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, serikat buruh, pengusaha, hingga aparat keamanan seperti TNI dan Polri, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

“Kita ingin ini menjadi kegiatan bersama yang didukung semua pihak, bukan hanya inisiasi satu kelompok,” tambahnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung sejak pagi hingga sebelum waktu Maghrib, dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Konsep Festival, Buruh Pilih Jalan Dialog
Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandi Safri Pratama, mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini akan dikemas dalam konsep festival kolaboratif yang lebih inklusif.

“Ini adalah terobosan baru. Biasanya May Day identik dengan aksi demonstrasi, namun kali ini kami kemas dalam bentuk festival yang lebih positif dan kondusif,” ujar Delandi.

May Day Fest 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti jalan santai, dialog publik, bazar UMKM, hingga panggung rakyat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang edukasi dan penyampaian aspirasi buruh.

Delandi menegaskan bahwa isu-isu strategis ketenagakerjaan tetap menjadi fokus utama, termasuk persoalan kesejahteraan dan sistem outsourcing.

“Isu yang kami bawa tetap isu nasional, terutama soal kesejahteraan buruh dan outsourcing yang masih menjadi perhatian,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa peringatan May Day tahun ini tidak akan diwarnai aksi turun ke jalan. Seluruh kegiatan dipusatkan di satu lokasi guna menciptakan suasana yang lebih tertib serta meminimalisir dampak kemacetan.

Saat ini, sekitar 50 organisasi dari kalangan buruh, mahasiswa, dan masyarakat telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi, dengan estimasi total peserta mencapai 10.000 orang.

“Kami ingin menjawab tantangan zaman dengan cara yang lebih inklusif dan damai, tanpa meninggalkan nilai perjuangan,” pungkas Delandi.

Transformasi Perayaan May Day di Makassar
Pendekatan dialogis dan festival kolaboratif ini menjadi simbol transformasi gerakan buruh di Makassar. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan solusi atas persoalan ketenagakerjaan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, May Day 2026 diharapkan menjadi contoh perayaan yang konstruktif, edukatif, serta memberikan manfaat nyata bagi buruh dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *