Sulawesi Utara

Kini Penambang Manual Bisa Bernafas Lega Setelah Dibelenggu Tak Bisa Menjual Emasnya

501
×

Kini Penambang Manual Bisa Bernafas Lega Setelah Dibelenggu Tak Bisa Menjual Emasnya

Sebarkan artikel ini

INFOSULAWESI, BOLMONG RAYA – Para penambang emas manual yang terbelenggu dengan kebijakan yang tak adil lantaran hasil emasnya tak bisa lagi dijual, kini mulai bernafas lega setelah sosok GRL Cs memberikan solusinya dengan membeli emas mereka.

GRL dianggap sebagai penyelamat hidup para penambang ditengah himpitan ekonomi. Terlebih ada anak-anak para penambang yang saat ini sedang bersekolah yang kebingungan dituntut harus membayar biaya pendidikannya.

“Kami terus dilanda keresahan lantaran emas yang kami hasilkan hanya beberapa gram tak bisa dijual dan tak ada yang mau membelinya. Ini sangat berdampak pada ekonomi kami yang tak bisa lagi membeli bahan pokok dapur sebagai kebutuhan sehari-hari. Apalagi Anak-anak kami menuntut harus membayar seluruh kebutuhan sekolahnya,” ujar salah satu penambang.

Ia pun sangat berterima kasih dengan kehadiran GRL yang rela membeli emas penambang manual.

“Kami sangat berterima kasih dengan GRL yang sudah memberikan bantuannya dengan membeli emas-emas penambang manual walaupun hanya beberapa gram saja,” ungkapnya.

Diketahui, Pasca razia yang sejumlah toko emas beberapa waktu lalu, ketakutan melanda para pemilik usaha. Dampaknya pun sistematis; toko-toko mendadak enggan membeli emas dalam jumlah kecil. Bagi penambang manual di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), kebijakan “tutup pintu” ini adalah kiamat kecil.

​Emas seberat satu atau dua gram hasil peluh seharian yang biasanya langsung cair menjadi beras dan biaya sekolah, tiba-tiba tak laku. “Kami bingung mau jual ke mana. Padahal cuma sedikit untuk beli kebutuhan pokok, tapi toko-toko tidak berani ambil,” keluh seorang penambang manual dengan nada getir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *