Makassar

Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

39
×

Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi lebih kuat tahun ini.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut berpotensi memicu kemarau panjang yang berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran serta krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dengan mengaktifkan tujuh posko siaga yang tersebar di titik strategis.

“Fokus utama kami selama musim kemarau adalah potensi kebakaran dan kekeringan. Untuk itu, kami mengaktifkan posko guna memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat,” ujar Fadli, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, tujuh posko tersebut terdiri dari satu posko induk (Mako) di Jalan Ratulangi dan enam posko pendukung di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala.

“Total ada tujuh posko yang kami siagakan agar penanganan kejadian darurat dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.

Selain penanganan kebakaran, Damkarmat juga akan membantu distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan dengan mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Kami melakukan backup penyaluran air bersih menggunakan armada yang tersedia, tanpa mengurangi kesiapsiagaan untuk penanganan kebakaran,” jelas Fadli.

Saat ini, Damkarmat Makassar memiliki sekitar 60 unit armada yang tersebar di berbagai posko. Seluruh armada akan dimaksimalkan untuk pelayanan masyarakat, baik dalam penanganan kebakaran maupun distribusi air bersih.

Fadli juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area lahan kosong dengan rumput kering yang mudah terbakar.

“Rumput kering sangat rentan terbakar, terutama jika ada sumber api seperti puntung rokok atau pembakaran sampah. Ini sering menjadi pemicu kebakaran saat kemarau,” tegasnya.

Ia turut menekankan pentingnya peran aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW dalam melakukan pengawasan area rawan sebagai langkah pencegahan dini.

Di sisi lain, Damkarmat Makassar juga menyoroti kebutuhan penguatan sarana dan prasarana seiring meningkatnya kompleksitas penanganan kebakaran, termasuk kebakaran baterai kendaraan listrik.

“Penanganan kebakaran kini semakin kompleks. Misalnya, kebakaran baterai kendaraan listrik membutuhkan alat khusus seperti fire blanket yang saat ini belum tersedia,” ungkapnya.

Selain itu, Damkarmat juga membutuhkan armada khusus untuk penanganan kebakaran di wilayah perairan seperti speedboat atau fireboat, mengingat saat ini fasilitas masih terbatas pada perahu karet.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meminimalisir risiko bencana selama musim kemarau serta memastikan layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan tetap optimal bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *