Viral

Viral Pemudik di Garut Ngamuk karena One Way, Turun ke Jalan hingga Dorong Barrier Minta Jalur Dibuka

93
×

Viral Pemudik di Garut Ngamuk karena One Way, Turun ke Jalan hingga Dorong Barrier Minta Jalur Dibuka

Sebarkan artikel ini
Pemudik di Garut, Jawa Barat protes pemberlakuan one way. ((Instagram/naufalsukangonten))

INFOSULAWESI — Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way kembali menjadi sorotan publik saat arus balik Lebaran 2026.

Kali ini, peristiwa di Garut viral di media sosial setelah sejumlah pemudik meluapkan kekesalan akibat kebijakan tersebut.

Dalam kondisi normal, sistem one way diterapkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk mengurai kepadatan dengan mengubah jalur dua arah menjadi satu arah.

Namun, di Garut, kebijakan tersebut justru memicu protes dari pengguna jalan yang terjebak kemacetan cukup lama.

Pemudik Turun ke Jalan

Video kejadian itu pertama kali diunggah akun Instagram @naufalsukangonten, lalu menyebar luas setelah dibagikan oleh @sekitargarut pada Senin (23/3/2026).

Dalam rekaman berdurasi 36 detik tersebut, terlihat sejumlah pengendara turun dari kendaraan dan menyampaikan protes langsung kepada petugas.

“Ratusan pengendara mengamuk akibat sistem one way yang dinilai tidak adil hingga macet total berjam-jam,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Beberapa pemudik bahkan tampak berusaha memindahkan water barrier yang digunakan untuk menutup jalur.

“Gantian dong Pak,” ujar salah satu pemudik dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Penjelasan Satlantas

Menanggapi video viral tersebut, pihak Satlantas Polres Garut menyampaikan bahwa penerapan sistem one way bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Langkah tersebut juga dilakukan guna mencegah kemacetan yang lebih parah dan berkepanjangan.

Warganet Imbau Tetap Sabar

Video yang telah ditonton lebih dari 380 ribu kali itu memicu beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian besar komentar justru mengingatkan para pemudik untuk bersabar karena sistem tersebut dinilai sebagai solusi terbaik di tengah lonjakan kendaraan.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&client=ca-pub-8400307307701650&output=html&h=280&adk=2622103192&adf=1062037664&pi=t.aa~a.106118987~i.12~rp.4&w=518&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1774358781&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=8073155313&ad_type=text_image&format=518×280&url=https%3A%2F%2Fwww.klikanggaran.com%2Fperistiwa%2F11516902161%2Fviral-pemudik-di-garut-ngamuk-karena-one-way-turun-ke-jalan-hingga-dorong-barrier-minta-jalur-dibuka%3Fpage%3D2&fwr=0&pra=3&rh=130&rw=518&rpe=1&resp_fmts=3&aieuf=1&aicrs=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTkuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTQ2LjAuMzg1Ni43MiIsbnVsbCwwLG51bGwsIjY0IixbWyJDaHJvbWl1bSIsIjE0Ni4wLjc2ODAuMTU0Il0sWyJOb3QtQS5CcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl0sWyJNaWNyb3NvZnQgRWRnZSIsIjE0Ni4wLjM4NTYuNzIiXV0sMF0.&abgtt=6&dt=1774358782412&bpp=1&bdt=683&idt=-M&shv=r20260323&mjsv=m202603190101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3Daed0fd50e5f28701%3AT%3D1774358247%3ART%3D1774358598%3AS%3DALNI_MbIOnv9ffAp42Zm1WlvuuVAnYcCZQ&gpic=UID%3D0000122c3e18ad69%3AT%3D1774358247%3ART%3D1774358598%3AS%3DALNI_May3Dvm9w2mLP42RCSz-R4aIcye4w&eo_id_str=ID%3D451f1c47a7e5fba5%3AT%3D1774358247%3ART%3D1774358598%3AS%3DAA-AfjYi474NBvHPEs7JwbGtmUaG&prev_fmts=0x0&nras=2&correlator=6688834020487&frm=20&pv=1&u_tz=480&u_his=4&u_h=768&u_w=1366&u_ah=720&u_aw=1366&u_cd=32&u_sd=1&dmc=8&adx=137&ady=1807&biw=1343&bih=636&scr_x=0&scr_y=0&eid=95385581%2C95386357%2C95379824&oid=2&pvsid=3512035521642392&tmod=426530382&uas=1&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fwww.klikanggaran.com%2Fperistiwa%2F11516902161%2Fviral-pemudik-di-garut-ngamuk-karena-one-way-turun-ke-jalan-hingga-dorong-barrier-minta-jalur-dibuka&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1366%2C0%2C1366%2C720%2C1358%2C636&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1.01&num_ads=1&ifi=2&uci=a!2&btvi=1&fsb=1&dtd=5

“Kalau nggak di-one way, malah bisa jadi stuck macet parah,” tulis akun @ban****r

“One way itu supaya bisa gantian karean kondisi jalan nggak sanggup nampung banyak jalur mobil,” tulis akun @dha*****y

“Yang namanya one way itu emang berjam-jam dan yang diprioritaskan pasti arus kendaraannya yang padat,” tulis akun @uta***a

Salah satu warganet juga membagikan pengalaman serupa saat menghadapi sistem one way.

“Pernah dulu pas tutup di Puncak Bogor, mobil posisi ke dua dari depan. Mau nggak mau nunggu 2 jam baru di buka lagi. Nikmatin aja, mau marah-marah juga percuma,” tulis akun @sig****o

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap rekayasa lalu lintas saat momen arus mudik maupun arus balik Lebaran.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *