Viral

Viral, Siswa SMP di Sumedang Pamit Sambil Menangis ke Teman Sekelas

65
×

Viral, Siswa SMP di Sumedang Pamit Sambil Menangis ke Teman Sekelas

Sebarkan artikel ini
Mengintip momen haru siswa SMP Tanjungsari, Sumedang yang melakukan perpisahan dengan teman-temannya usai diduga pilih berhenti sekolah. ((TikTok.com/@8imazing))

INFOSULAWESI — Media sosial dihebohkan dengan video mengharukan yang memperlihatkan seorang siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Tanjungsari, Sumedang, berpamitan kepada teman-temannya di kelas.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @8imazing, siswa berinisial I itu diduga harus berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang memaksanya membantu orang tua mencari nafkah.

“Assalamualaikum Bapak Gubernur Dedi Mulyadi, kami siswa-siswi SMP 1 Tanjungsari Sumedang,” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang dikutip pada Selasa, 21 April 2026.

“Salah satu teman sekelas kami ada yang putus sekolah demi membantu menghidupi keluarganya,” lanjutnya.

Momen Haru Perpisahan di Kelas

Dalam rekaman tersebut, suasana perpisahan berlangsung penuh haru. Siswa tersebut terlihat menahan tangis saat berpamitan, sementara teman-temannya turut larut dalam kesedihan.

“Padahal teman kami sedang rajin-rajinnya sekolah tetapi disuruh putus sekolah sama orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya,” ungkap keterangan dalam video tersebut.

Tangisan dan pelukan antar teman menjadi bukti bahwa siswa tersebut masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan.

Kini Bantu Orang Tua Berjualan

Setelah tidak lagi bersekolah, siswa tersebut dikabarkan membantu orang tuanya berjualan ayam goreng di kawasan Alun-alun Tanjungsari, tepatnya di depan kantor pemadam kebakaran.

“Sekarang sedang berjualan di Alun-alun Tanjungsari depan Damkar,” tulis unggahan tersebut.

Teman-temannya berharap kisah ini bisa menjadi perhatian publik sekaligus membantu meningkatkan penjualan dagangan keluarganya.

“Kami harap bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh cek video yang ada di akun TikTok kami,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi siswa tersebut.

Kisah ini pun menjadi pengingat pentingnya akses pendidikan yang merata, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *