INFOSULAWESI, NABIRE — Sebuah video yang memperlihatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) digunakan untuk mengangkut sampah viral di media sosial.
Kendaraan tersebut diketahui milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siriwini 02 di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Padahal, mobil tersebut seharusnya difungsikan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat program MBG.
Video itu salah satunya diunggah oleh akun TikTok @novir007 pada Sabtu, 29 Maret 2026 dan langsung menuai sorotan publik.
Terlihat Angkut Sampah di Malam Hari
Dalam rekaman yang beredar, terlihat aktivitas pembuangan sampah dilakukan pada malam hari menggunakan mobil boks bertuliskan SPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dua orang petugas tampak bergantian mengeluarkan sampah dari dalam kendaraan untuk dibuang ke lokasi pembuangan.
“Ini mobil MBG dijadikan untuk membuang sampah. Ini bukti videonya, mengatasnamakan mobil MBG sedang membuang sampah dan ini sampahnya,” ujar perekam video tersebut.
BGN Bekukan Operasional SPPG Siriwini 02
Menanggapi viralnya video tersebut, Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari BGN pusat.
Menurutnya, penggunaan kendaraan operasional MBG untuk aktivitas di luar distribusi makanan merupakan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“BGN Pusat telah mengirimkan surat pemberhentian operasional sementara kepada kami di daerah sebagai tindak lanjut laporan tersebut,” ujar Marsel.
Tak hanya berdasarkan video viral, laporan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nabire yang menemukan langsung kendaraan tersebut saat membuang sampah.
Langgar Aturan Penggunaan Mobil Operasional
Marsel menegaskan bahwa kendaraan operasional SPPG hanya diperuntukkan bagi distribusi makanan program MBG.
Mobil tersebut disediakan oleh mitra dan disewa oleh BGN secara khusus untuk mendukung distribusi dari dapur ke penerima manfaat.
“(Mobil) harus digunakan sesuai peruntukan dan patuh dengan SOP,” imbuhnya.
Pembekuan operasional dilakukan untuk proses evaluasi serta investigasi, hingga pihak pengelola berkomitmen tidak mengulangi pelanggaran serupa.
Warganet Khawatir Risiko Kontaminasi
Usai video tersebut viral, sejumlah warganet menyoroti potensi risiko kebersihan jika kendaraan yang sama digunakan untuk mengangkut makanan dan sampah.
“Mobil untuk antar makanan terus dipakai buat drop sampah juga, jenius sekali caranya,” tulis akun @tud***a.
“Mobil sampah harusnya dipisahkan, contohnya gudang penampung saja dipisah dengan gudang bahan kering dan bahan basah,” tulis akun @fre*****y.
“Meskipun mobil dicuci setelah buang sampah, ada potensi kontaminasi silang. Harusnya dibedakan tuh mobil untuk bawa makanan dan untuk buang sampah,” tulis akun @nop***8.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama terkait standar kebersihan dan pelaksanaan program MBG di daerah.**














