Kemenkum

World Engineering Day 2026: DJKI – PII Perkuat Ekosistem KI untuk Insinyur Indonesia

29
×

World Engineering Day 2026: DJKI – PII Perkuat Ekosistem KI untuk Insinyur Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam rangkaian kegiatan World Engineering Day 2026 (WED 2026). Penandatanganan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem inovasi nasional melalui pelindungan dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) di bidang keinsinyuran.

PKS tersebut menjadi landasan dalam optimalisasi ekosistem KI, termasuk mendorong peningkatan jumlah permohonan KI di bidang keinsinyuran, peningkatan literasi KI, serta penguatan komersialisasi hasil inovasi. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen membangun sinergi yang berkelanjutan untuk mendukung daya saing inovasi nasional.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menyampaikan, kerja sama dengan PII akan semakin memperkuat layanan KI, khususnya dalam memfasilitasi dan mempercepat proses pendaftaran. Ia menegaskan bahwa pelindungan KI merupakan langkah strategis dalam menjaga nilai ekonomi dari setiap inovasi yang dihasilkan.

“Kami berharap seluruh anggota PII, apabila memiliki kekayaan intelektual, tidak ragu untuk mendaftarkan dan melindungi karya inovasinya,” ujar Hermansyah pada pembukaan WED 2026, Rabu, 4 Maret 2026 di Balai Kartini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PII, Ilham Akbar Habibie, menekankan bahwa masa depan keinsinyuran tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelolanya.

Menurutnya, peran insinyur semakin kompleks di tengah perkembangan digital yang pesat.
“Di era digital yang berkembang pesat, insinyur harus mampu menjelaskan gagasan kompleks secara jelas kepada masyarakat dan pemerintah, bekerja lintas disiplin dan budaya, beradaptasi dengan perubahan, serta menjunjung tinggi etika profesional, termasuk dalam pemanfaatan AI dan teknologi baru,” ujar Ilham.

Pada kesempatan tersebut, DJKI juga membuka booth layanan Kekayaan Intelektual yang berlangsung hingga rangkaian terakhir WED 2026 pada 5 Maret 2026. Masyarakat dan peserta kegiatan dapat memanfaatkan layanan ini untuk memperoleh informasi serta konsultasi langsung terkait prosedur pendaftaran dan pelindungan KI.

Kegiatan pembukaan WED 2026 turut dihadiri oleh Maki Katsuno Hayashikawa, Director of UNESCO Office in Jakarta; Seng Chuan Tan, President of World Federation of Engineering Organizations (WFEO); serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan peran keinsinyuran dalam pembangunan berkelanjutan dan ekosistem inovasi nasional.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyampaikan dukungannya terhadap langkah strategis DJKI dan PII dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual bagi para insinyur Indonesia.

“Kerja sama antara DJKI dan Persatuan Insinyur Indonesia merupakan langkah penting dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga terlindungi secara hukum. Dengan pelindungan KI yang kuat, para insinyur akan semakin percaya diri untuk menghasilkan karya inovatif yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional,” ujar Andi Basmal dalam kesempatan terpisah, Kamis, 5 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *